SPIRITUALITAS & KOMUNITAS | YAYASAN PENDIDIKAN UMUM SANTO LUKAS
Meneladani Maria: Rekoleksi Transformatif Warnai Awal Tahun di Santo Lukas
Mengangkat tema “Bunda Maria, Teladan Pengharapan yang Transformatif”, seluruh unit Yayasan Pendidikan Umum Santo Lukas menggelar rekoleksi perdana 2026 — sebuah perjalanan spiritual yang menghidupkan kembali semangat pelayanan dan persatuan di tengah komunitas pendidik.
Oleh: Tadeus Rangku | Jakarta, 25 Februari 2026 | Pademangan, Jakarta Utara
JAKARTA UTARA — Semangat pembaruan diri menyapa seluruh keluarga besar Yayasan Pendidikan Umum (YPU) Santo Lukas di awal tahun 2026. Dalam balutan doa, refleksi, dan persaudaraan, rekoleksi tahunan hadir bukan sekadar sebagai ritual rutinitas, melainkan sebagai ruang sakral untuk menyelaraskan hati, pikiran, dan langkah dalam satu visi dan misi yang sama.
Bertema “Bunda Maria, Teladan Pengharapan yang Transformatif”, rekoleksi Januari 2026 ini menimba inspirasi dari dua sumber yang kuat: Injil Lukas 1:26–38 dan seruan apostolik Paus Fransiskus, Evangelii Gaudium. Kisah perjumpaan Maria dengan malaikat Gabriel — kesanggupan seorang perempuan muda menerima panggilan yang mengubah sejarah — menjadi cermin bagi setiap insan Santo Lukas untuk merenungkan panggilan masing-masing dalam dunia pendidikan.
Tiga Unit, Satu Semangat
Kegiatan rekoleksi dilaksanakan secara bergulir di setiap unit yayasan, dipimpin langsung oleh Sr. M. Ancilla, PRR, dengan penuh kehangatan dan kedalaman rohani. SD Santo Lukas 1 mengawali langkah pada Kamis, 29 Januari 2026. Kemudian, nuansa reflektif itu mengalir ke TK Santo Lukas pada Rabu, 4 Februari 2026. Puncaknya, giliran staf Yayasan yang berkumpul pada Rabu, 11 Februari 2026 di ruang rapat pengurus yayasan — sebuah ruang yang biasanya diisi oleh strategi dan angka, kali ini dialiri doa dan renungan.
Membumikan Nilai, Menghidupkan Spiritualitas
Rekoleksi ini bukan kegiatan seremonial belaka. Ia merupakan realisasi nyata program spiritualitas YPU Santo Lukas — ikhtiar konkret untuk membumikan nilai-nilai ke dalam detak kehidupan sehari-hari para pemangku kepentingan yayasan. Tiga nilai utama yang menjadi fondasi filosofis yayasan kembali diresapkan:
- Pendidikan yang menyembuhkan dan menyelamatkan
- Keseimbangan antara kebenaran iman dan ilmu pengetahuan-teknologi
- Hidup dalam keberagaman
Sepuluh nilai turunan yang tersimpan dalam akronim SANTO LUKAS — dari Solidarity, Agility, Nationality, Trust, Open-mindedness hingga Learning Organization, United in Vision and Mission, Kindness, Accountability, dan Sincerity — bukan sekadar deretan kata indah di dinding, tetapi semangat hidup yang terus-menerus diperbarui dalam setiap rekoleksi seperti ini.
Warisan Lentera, Komitmen Masa Depan
Lebih dari enam dekade telah YPU Santo Lukas berdiri sebagai mercusuar pendidikan di Pademangan, Jakarta Utara. Dan seperti Santo Lukas sang Penginjil yang menuliskan sabda dengan kecermatan seorang tabib, yayasan ini pun merawat jiwa-jiwa muda dengan kesungguhan yang sama.
Melalui rekoleksi ini, YPU Santo Lukas memperbarui komitmennya untuk melahirkan insan-insan yang:
- Beriman teguh dan berilmu tinggi
- Berdaya juang dan berbelarasa
- Bersatu dalam keberagaman serta bertanggung jawab dalam karya
“Warisan spiritual Santo Lukas menjadi lentera yang menerangi jalan pendidikan menuju pembentukan pribadi-pribadi yang sehat secara rohani, cakap secara akademik, dan utuh secara kemanusiaan.”
Semoga api yang dinyalakan dalam setiap sesi rekoleksi ini terus menyala — dalam setiap ruang kelas, setiap percakapan guru dengan murid, setiap kebijakan yang diambil pengurus yayasan — dan menjadi cahaya bagi generasi Santo Lukas yang akan datang.
Dipublikasikan oleh: Humas Yayasan Pendidikan Umum Santo Lukas, Pademangan – Jakarta Utara